Langsung ke konten utama

Miscellaneous

Sebelum membaca postingan saya, harap pasang tampang ga serius dan ga santai. Soalnya disini gue sedikit sotoy dan mungkin sok menggurui.. Tapi gue cuma berbagi pengalaman dan ga lebih. Ini yang terjadi :)

Kehidupan itu penuh sama yang namanya keanekaragaman yang menurut gue macem-macem banget. Nah cerita gue yang sekarang adalah cara kita menghargai kehidupan kita.

Kadang hidup..... kadang hidup.......

Bisa kebayang ga itu titik-titik isinya apaan?
Pasti bisa kan

Kadang hidup diatas kadang hidup dibawah.

Cerita gue bermula saat gue lagi dilantai 2 rumah sepupu gue di medan. Waktu itu gue lagi buka jendela kabar yang ternyata menghadap langsung ke sawah. Ya meskipun udah masuk perumahan, tapi disekitar sini masih ada yang namanya bertani. Mungkin karna disini dulunya adalah kawasan lahan pertanian ya jadi gitu. oke lanjut cerita. disitu gue liat ada ibu tua yang lagi panen padi gitu. sesaat gue teringat emak gue di gunung sindur. apa kabar emak gue ya sekarang. tapi bukan disitu masalahnya, gue iba liat ibu-ibu itu. siang-siang gini dia malahan panen padi. udara kota medan cukup panas bro siang-siang gini. ya bikin lemes bisa tuh. disitu gue mikir, kenapa Tuhan ngasih rejeki yang beda-beda ya. mengkuin tu pertanyaan aneh ya. tapi itu yang gue bener-bener pikirin ( karna lagi ga ada pikiran ) *hueks

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berubah :)

perubahan. itu selalu terjadi. perubahan. itu selalu ada. perubahan. pasti pernah dialami oleh setiap orang. perubahan. selalu membuat perbedaan. perubahan. bisa dibilang dia abadi. setiap saat pasti ada perubahan :) perubahan. belum tentu baik bagi semua orang, namun baik bagi sebagian orang :) perubahan. kadang membawa kita kedalam pilihan yang sulit. perubahan. kadang mencerminkan siapa diri kita sesungguhnya dihadapan orang. perubahan. kadang menjadi satu 'topeng' bagi sebagian orang yang mengakui dirinya. perubahan. mau ga mau, itu pasti dan harus terjadi. perubahan. ga bisa di elakkan. perubahan. perubahan perubahan perubahan manusia boleh berubah namun tidak hati nuraninya :) namun tidak kata hatinya :) berubahlah, namun jangan sampai menyakiti hati orang lain yang tak sanggup melihat perubahan yang kau buat itu :) GYT :)

Ketika tuts berdansa #4

2 tahun pun berlalu, kini denia telah berusia 14 tahun.  Tak terasa ia sudah berada di kelas 2 smp. Satrio Wima, atau yang akrab dipanggil satrio, ternyata adalah kaka kelas denia. Ia baru mengetahui hal tersebut ketika teman sebangkunya, Risa memberi tau bahwa ada anak basket baru di tim basket sekolah mereka. Dan benar ! Satrio yang notabene murid pindahan itu adalah orang yang dimaksud oleh Risa. Tak terasa, pelajaran pak sasoko sudah berlalu selama 2 jam!  Hal ini membuat denia dan semua anak kelas 8.1 ini pun lapar tak karuan ! Jam istirahat mereka terpakai dengan jam pelajaran mata pelajaran ips. "Huh jadi ga istirahat kan den !" keluh Risa. "Ya maklum aja lah ris, Mata pelajaran itu kan memang banyak teorinya. Nah kau bayangkan saja, tak mungkin dia menjelaskannya hanya dengan waktu 1 setengah jam. Kita kan sering datang telat". Memang, karna pelajaran olahraga pelajaran pertama, maka anak-anak harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum mengiku...

Ketika tuts bedansa #2

 Dan supir truk itu tidak menyadari akan keberadaan bang madin dan denia ! "DENIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!" . Teriakan itu membuat pak yanto kaget, dan terbangun dari tidurnya. "Ibu kenapa ? Mimpi buruk lagi bu ?" tanya pak yanto. "Ibu mimpi denia kecelakaan pak" dengan menangis kecil. "Ibu takut denia pergi meninggalkan kita lagi pak". Denia yang notabene anak semata wayang ini, dulu ketika berumur 3 tahun pernah diculik oleh segerombolan penculik, yang meminta uang tebusan sebesar, 30 juta rupiah. Pak yanto pun lantas melaporkan ke polisi. Denia yang disekap digudang terpencil ditengah hutan, akhirnya ditemukan juga oleh para polisi. Denia pun hanya bisa menangis ketika pisau nan tajam itu mengenai dahinya, membuat lukanya membekas hingga saat ini. Hingga polisi melepas tembakkannya ke pelaku, dan denia pun selamat dari dekapan penculik.  Ibu dan ayah denia dengan perasaan haru dan lega, membawa kembali denia pulang kerumah. "Sudah...