Waktu itu tepat pukul 8 pagi, seorang ibu merintih kesakitan. Suami yang sedang mengajar pun panik ketika telepon genggamnya berdering, melantunkan nada polyponic berjudul blue in the sky, perjalanan mendebarkan pun dimulai, berawal dari perumahan komplek marinir blok I no 8, ayah melajukan motor kesayangannya ke sebuah tempat, tempat dimana banyak orang dirawat. Ya ! Rumah sakit ! Sekitar pukul 10.00wib dokter pun datang menghampiri ayah yang sedari tadi gelisah dan binggung, apakah nanti dia akan sesuai dengan yang di USG 3 bulan yang lalu ? Semua tanya ayah pun terjawab. Anaknya perempuan pak ! Hati ayah pun lega melihat buah hatinya telah lahir ke dunia dengan sehat, meskipun harus menunggu selama 10 bulan lamanya dalam kandungan. :D . Nama itu pun diberikan, Gita Yulianti Tarigan, pesatuan antara marga ibu dan ayah , ginting dan tarigan, bulan juli, dan perempuan :) di sertakan marga khas batak karo . Sayang, ketika membuat akta lahir, nama hanya boleh 2 kata, ayah pun merelakan nama itu ada tanpa adanya marga yang menjadi ciri khas batak karo, 3 juli 1995 -
Dan supir truk itu tidak menyadari akan keberadaan bang madin dan denia ! "DENIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!" . Teriakan itu membuat pak yanto kaget, dan terbangun dari tidurnya. "Ibu kenapa ? Mimpi buruk lagi bu ?" tanya pak yanto. "Ibu mimpi denia kecelakaan pak" dengan menangis kecil. "Ibu takut denia pergi meninggalkan kita lagi pak". Denia yang notabene anak semata wayang ini, dulu ketika berumur 3 tahun pernah diculik oleh segerombolan penculik, yang meminta uang tebusan sebesar, 30 juta rupiah. Pak yanto pun lantas melaporkan ke polisi. Denia yang disekap digudang terpencil ditengah hutan, akhirnya ditemukan juga oleh para polisi. Denia pun hanya bisa menangis ketika pisau nan tajam itu mengenai dahinya, membuat lukanya membekas hingga saat ini. Hingga polisi melepas tembakkannya ke pelaku, dan denia pun selamat dari dekapan penculik. Ibu dan ayah denia dengan perasaan haru dan lega, membawa kembali denia pulang kerumah. "Sudah...
Komentar
Posting Komentar