Langsung ke konten utama

Ketika tuts berdansa #6


Eva satriani, atau biasa dipanggil eva adalah kekasih satrio
Hubungan mereka kini merenggang. Sikap eva adalah  racun dalam hubungan mereka. Sombong, kikir, dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri membuatsatrio merasa il-feel kepada eva. “Engga habis fikir, baru anak kepala sekolah. Tapi kelakuannya itu uda serasa anak presiden !!  kata satrio kepada arya teman sebangkunya. “Ya lo harus bilang ke eva dong buat ubah sikap dia yang sombong itu bro. Satrio pun mulai mengikuti saran yang dianjurkan oleh temannya itu. “ok hari ini juga gue akan bilang semuanya ke Eva !!

Bel pun berbunyi. Tanda jam pelajaran berakhir. Satrio cepat-cepat pergi ke kelas Eva. Tapi …. Eva sudah tak ada di kelasnya. Satrio pun mengambil telefon genggamnya dan berusaha untuk menghubungi Eva. Sekali, dua kali, tiga kali, “Mail box !” kemana sih dia. Keluh satrio.

“Denia kita nonton apa nih ?” kata ratih kepada Denia.

Ulangan kimia hari ini benar-benar membuat otak mereka mumet. Hingga pada akhrinya mereka memutuskan untuk pergi menonton film di bioskop.

“Film horor aja ya, kalau action kayanya kita bisa pulang malam. Nanti kalau takut tutup pakai jaket aja”. “Yah yaudah deh” . Mereka pun memesan berondong jagung dan 2 gelas moccafloat  di kasir untuk sekedar cemilan saat menenonton nanti.

“Perhatian bagi para penonton yang telah memiliki tiket harap segera memasuki studio 2.

Denia dan ratih pun segera berlalu meningalan kursi .”kita di F9 dan F10, “Aku disini ya”. Ratih menunjuk F10.  “ok” kata denia.  Seorang laki-laki pun segera duduk di kursi F8.  “Iklannya lama nih, keburu minuman aku abis” keluh ratih. "Sabar dong, lagian kan kita bisa beli lagi nanti" kta Denia.

Akhirnya film itu benar-benar dimulai. 20 menit pun belalu. Denia sedari tadi hanya menutup mukanya dengan jaket yang ia bawa. “Haduh Denia, kamu mau nonton apa coba. Kita kan mau refreshing kesini. Kamu malah nonton jaketmu sendiri”. “Ia ia”. Bisik denia . Saat jaket itu dibuka, kuntilanak itu iak siapaterbang!! .


  AAAAA  ratih !! teriak denia. Ia bersembunyi dibalik punggung. Dan ratih pun binggung. "aduh ratih gue kan udah bilang, ga bisa yang namanya nonton film horor !!"kata denia.

"Hey aku dibelakangmu !"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berubah :)

perubahan. itu selalu terjadi. perubahan. itu selalu ada. perubahan. pasti pernah dialami oleh setiap orang. perubahan. selalu membuat perbedaan. perubahan. bisa dibilang dia abadi. setiap saat pasti ada perubahan :) perubahan. belum tentu baik bagi semua orang, namun baik bagi sebagian orang :) perubahan. kadang membawa kita kedalam pilihan yang sulit. perubahan. kadang mencerminkan siapa diri kita sesungguhnya dihadapan orang. perubahan. kadang menjadi satu 'topeng' bagi sebagian orang yang mengakui dirinya. perubahan. mau ga mau, itu pasti dan harus terjadi. perubahan. ga bisa di elakkan. perubahan. perubahan perubahan perubahan manusia boleh berubah namun tidak hati nuraninya :) namun tidak kata hatinya :) berubahlah, namun jangan sampai menyakiti hati orang lain yang tak sanggup melihat perubahan yang kau buat itu :) GYT :)

Ketika tuts berdansa #4

2 tahun pun berlalu, kini denia telah berusia 14 tahun.  Tak terasa ia sudah berada di kelas 2 smp. Satrio Wima, atau yang akrab dipanggil satrio, ternyata adalah kaka kelas denia. Ia baru mengetahui hal tersebut ketika teman sebangkunya, Risa memberi tau bahwa ada anak basket baru di tim basket sekolah mereka. Dan benar ! Satrio yang notabene murid pindahan itu adalah orang yang dimaksud oleh Risa. Tak terasa, pelajaran pak sasoko sudah berlalu selama 2 jam!  Hal ini membuat denia dan semua anak kelas 8.1 ini pun lapar tak karuan ! Jam istirahat mereka terpakai dengan jam pelajaran mata pelajaran ips. "Huh jadi ga istirahat kan den !" keluh Risa. "Ya maklum aja lah ris, Mata pelajaran itu kan memang banyak teorinya. Nah kau bayangkan saja, tak mungkin dia menjelaskannya hanya dengan waktu 1 setengah jam. Kita kan sering datang telat". Memang, karna pelajaran olahraga pelajaran pertama, maka anak-anak harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum mengiku...

Ketika tuts bedansa #2

 Dan supir truk itu tidak menyadari akan keberadaan bang madin dan denia ! "DENIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!" . Teriakan itu membuat pak yanto kaget, dan terbangun dari tidurnya. "Ibu kenapa ? Mimpi buruk lagi bu ?" tanya pak yanto. "Ibu mimpi denia kecelakaan pak" dengan menangis kecil. "Ibu takut denia pergi meninggalkan kita lagi pak". Denia yang notabene anak semata wayang ini, dulu ketika berumur 3 tahun pernah diculik oleh segerombolan penculik, yang meminta uang tebusan sebesar, 30 juta rupiah. Pak yanto pun lantas melaporkan ke polisi. Denia yang disekap digudang terpencil ditengah hutan, akhirnya ditemukan juga oleh para polisi. Denia pun hanya bisa menangis ketika pisau nan tajam itu mengenai dahinya, membuat lukanya membekas hingga saat ini. Hingga polisi melepas tembakkannya ke pelaku, dan denia pun selamat dari dekapan penculik.  Ibu dan ayah denia dengan perasaan haru dan lega, membawa kembali denia pulang kerumah. "Sudah...