Eva satriani, atau biasa dipanggil eva adalah kekasih satrio
Hubungan mereka kini merenggang. Sikap eva adalah racun dalam hubungan mereka. Sombong, kikir, dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri membuatsatrio merasa il-feel kepada eva. “Engga habis fikir, baru anak kepala sekolah. Tapi kelakuannya itu uda serasa anak presiden !! kata satrio kepada arya teman sebangkunya. “Ya lo harus bilang ke eva dong buat ubah sikap dia yang sombong itu bro. Satrio pun mulai mengikuti saran yang dianjurkan oleh temannya itu. “ok hari ini juga gue akan bilang semuanya ke Eva !!
Bel pun berbunyi. Tanda jam pelajaran berakhir. Satrio cepat-cepat pergi ke kelas Eva. Tapi …. Eva sudah tak ada di kelasnya. Satrio pun mengambil telefon genggamnya dan berusaha untuk menghubungi Eva. Sekali, dua kali, tiga kali, “Mail box !” kemana sih dia. Keluh satrio.
“Denia kita nonton apa nih ?” kata ratih kepada Denia.
Ulangan kimia hari ini benar-benar membuat otak mereka mumet. Hingga pada akhrinya mereka memutuskan untuk pergi menonton film di bioskop.
“Film horor aja ya, kalau action kayanya kita bisa pulang malam. Nanti kalau takut tutup pakai jaket aja”. “Yah yaudah deh” . Mereka pun memesan berondong jagung dan 2 gelas moccafloat di kasir untuk sekedar cemilan saat menenonton nanti.
Ulangan kimia hari ini benar-benar membuat otak mereka mumet. Hingga pada akhrinya mereka memutuskan untuk pergi menonton film di bioskop.
“Film horor aja ya, kalau action kayanya kita bisa pulang malam. Nanti kalau takut tutup pakai jaket aja”. “Yah yaudah deh” . Mereka pun memesan berondong jagung dan 2 gelas moccafloat di kasir untuk sekedar cemilan saat menenonton nanti.
“Perhatian bagi para penonton yang telah memiliki tiket harap segera memasuki studio 2.
Denia dan ratih pun segera berlalu meningalan kursi .”kita di F9 dan F10, “Aku disini ya”. Ratih menunjuk F10. “ok” kata denia. Seorang laki-laki pun segera duduk di kursi F8. “Iklannya lama nih, keburu minuman aku abis” keluh ratih. "Sabar dong, lagian kan kita bisa beli lagi nanti" kta Denia.
Akhirnya film itu benar-benar dimulai. 20 menit pun belalu. Denia sedari tadi hanya menutup mukanya dengan jaket yang ia bawa. “Haduh Denia, kamu mau nonton apa coba. Kita kan mau refreshing kesini. Kamu malah nonton jaketmu sendiri”. “Ia ia”. Bisik denia . Saat jaket itu dibuka, kuntilanak itu iak siapaterbang!! .
AAAAA ratih !! teriak denia. Ia bersembunyi dibalik punggung. Dan ratih pun binggung. "aduh ratih gue kan udah bilang, ga bisa yang namanya nonton film horor !!"kata denia.
"Hey aku dibelakangmu !"
Denia dan ratih pun segera berlalu meningalan kursi .”kita di F9 dan F10, “Aku disini ya”. Ratih menunjuk F10. “ok” kata denia. Seorang laki-laki pun segera duduk di kursi F8. “Iklannya lama nih, keburu minuman aku abis” keluh ratih. "Sabar dong, lagian kan kita bisa beli lagi nanti" kta Denia.
Akhirnya film itu benar-benar dimulai. 20 menit pun belalu. Denia sedari tadi hanya menutup mukanya dengan jaket yang ia bawa. “Haduh Denia, kamu mau nonton apa coba. Kita kan mau refreshing kesini. Kamu malah nonton jaketmu sendiri”. “Ia ia”. Bisik denia . Saat jaket itu dibuka, kuntilanak itu iak siapaterbang!! .
AAAAA ratih !! teriak denia. Ia bersembunyi dibalik punggung. Dan ratih pun binggung. "aduh ratih gue kan udah bilang, ga bisa yang namanya nonton film horor !!"kata denia.
"Hey aku dibelakangmu !"
Komentar
Posting Komentar