Langsung ke konten utama

Ketika tuts berdansa #1

Pukul 07.05 .

"Denia cepat, bang madin udah dateng tuh" ! "Iya bu ini tinggal pakai sepatu aja kok" . Aku berangkat ya bu, sambil mencium tangan sang ibu, "belajar yang rajin ya nak" .

Motor kharisma itu pun melaju dengan cepatnya, menuju sekolah dasar puspa .

Matahari belum menampakan cahayanya. Bang ko mendung ya ? tanya denia . Ngga tau neng, mau hujan nih kayaknya. Saat itu hujan pun benar-benar turun, dan membasahi denia dan bang madin. "aduh denia bisa telat nih" keluh denia. "Ya mau bagaimana lagi neng, ada jas hujan nih. apa mau saya antar aja sekarang? Agak basah sedikit tapinya, hehe". "Yaudah deh" .

Denia pun melanjutkan perjalanan kesekolahnya besama bang madin. Sekolahnya memang agak jauh dari rumahnya, maka dari itu bu ratih meminta bantuan bang madin untuk mengantar jemput anaknya tersebut. Bang madin pun dengan senang hati menerima permintaan bu ratih. Ya hitung-hitung buat nambah biaya hidup. Begitu pikir bang madin. Bang madin yang hanya seorang ojek komplek itu, telah mengabdikan dirinya sebagai ojek, sejak 7 tahun yang lalu. Dia berfikir, dari pada lulus sma ngga ngapa-ngapain, mending ngojek, syukur-syukur dapat banyak pelanggan. Yang penting halal :) . Bang madin pun terjaga oleh lamunannya, dan tak ia duga, sebuah truk pengangkut pasir datang dari arah berlawanan . . . . . . . . . . . . . . . . . -to be continue-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

jagalah perkataanmu

huft..... entah kenapa karna sebuah kata seseorang bisa terluka.. hmmm ternyata bukan hanya benda tajam yang bisa melukai hati seseorang, tetapi juga perkataan. aku akui akupun masih labil dalam menjaga kata-kata yang keluar dari mulutku. tapi ini menjadi pelajaran aja bagi kita, bahwa ga semua kata-kata yang kita ucapkan itu bisa diterima baik oleh orang lain.  sekali lagi, aku bukan sok menggurui, tapi kita sama-sama belajar. 😖😖😖 sakit lho kalau disakiti dengan kata-kata

Ketika tuts berdansa #4

2 tahun pun berlalu, kini denia telah berusia 14 tahun.  Tak terasa ia sudah berada di kelas 2 smp. Satrio Wima, atau yang akrab dipanggil satrio, ternyata adalah kaka kelas denia. Ia baru mengetahui hal tersebut ketika teman sebangkunya, Risa memberi tau bahwa ada anak basket baru di tim basket sekolah mereka. Dan benar ! Satrio yang notabene murid pindahan itu adalah orang yang dimaksud oleh Risa. Tak terasa, pelajaran pak sasoko sudah berlalu selama 2 jam!  Hal ini membuat denia dan semua anak kelas 8.1 ini pun lapar tak karuan ! Jam istirahat mereka terpakai dengan jam pelajaran mata pelajaran ips. "Huh jadi ga istirahat kan den !" keluh Risa. "Ya maklum aja lah ris, Mata pelajaran itu kan memang banyak teorinya. Nah kau bayangkan saja, tak mungkin dia menjelaskannya hanya dengan waktu 1 setengah jam. Kita kan sering datang telat". Memang, karna pelajaran olahraga pelajaran pertama, maka anak-anak harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum mengiku...